Contoh Kasus Masalah dari Penerapan Cloud Computing pada Perusahaan
TUGAS 2 PENGANTAR
KOMPUTASI MODERN
Disusun oleh :
Afifah Kurniawati 50416277
Badra Danendra 51416289
Maulidya Sakinah 54416313
Noviyanti
55416512
Kelas : 4IA23
FAKULTAS
TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN
TEKNIK INFORMATIKA
UNIVERSITAS
GUNADARMA
2020
Contoh Kasus: Institusi Keuangan (Desjardins) Kanada
Memanfaatkan Cloud Computing
Desjardins
Group (Desjardins) adalah nama penting di industri keuangan Kanada. Mereka
memiliki tujuh juta nasabah individu dan bisnis, serta nilai aset keseluruhan
mencapai US$272 juta. Oleh Bloomberg, perusahaan yang didirikan pada tahun 1900
oleh Alphonse Desjardins ini diganjar anugerah sebagai salah satu bank terkuat
di dunia (The World’s Strongest Banks) di tahun 2015.
Desjardins
juga menawarkan aneka layanan kepada para nasabahnya, seperti tabungan,
pinjaman, kartu kredit, asuransi, jasa broker, dan payroll management.
Walhasil, institusi yang berkantor pusat di Levis, Quebec, Kanada ini harus
mengoperasikan sejumlah besar custom application untuk mendukung aktivitas
bisnisnya tersebut.
“Kami
memiliki ratusan, bahkan ribuan aplikasi non mission critical, dengan cerita
atau latar belakang yang berbeda. Ada yang dikembangkan oleh sektor bisnis, ada
pula yang dikembangkan oleh bagian TI (Teknologi Informasi),” kata Chadi Habib,
Chief Technology Officer, Desjardins Group, seperti dikutip dari laman web featuredcustomers.com.
Banyak
dari aplikasi-aplikasi tersebut dikembangkan untuk mendukung kinerja satu
departemen tertentu atau digunakan oleh satu departemen untuk melayani
departemen lainnya.
Banyak Aplikasi, Biaya Tinggi
Seperti
yang kerap terjadi pada organisasi-organisasi berskala besar, jumlah aplikasi
bertambah secara organik tanpa perencanaan menyeluruh dan sentral. Akibatnya,
jumlah aplikasi yang berjalan di atas platform legacy, seperti Lotus Notes dan
Microsoft Access, bisa mencapai lebih dari 3.500 aplikasi.
Makin
banyak jumlah aplikasi, makin banyak pula biaya yang harus dikeluarkan.
Misalnya, untuk memastikan aplikasi-aplikasi tersebut berfungsi dengan baik,
Desjardins harus mengeluarkan beberapa juta dolar setiap tahunnya. Selain itu,
perusahaan juga harus memelihara ratusan server yang menjalankan
aplikasi-aplikasi tersebut.
Persoalan
mulai timbul ketika support untuk platform pengembangan aplikasi yang digunakan
selama ini berakhir. Untuk memperpanjang dukungan (support), perusahaan harus
membayar kepada vendor penyedia platform tersebut. Mengingat banyaknya aplikasi
yang berjalan di atas platform tersebut, Desjardins hanya mempunyai dua
pilihan, membayar biaya support atau mengganti platform.
Desjardins
Group pun memutuskan untuk mengambil pilihan kedua, yaitu bermigrasi ke
platform aplikasi yang lebih modern. “Kami pun mencari cara-cara yang efektif
biaya untuk mengkonversi dan memodernisasi aplikasi-aplikasi ini secara agile,”
jelas Chadi Habib.
Pilih Cloud
Melakukan
modernisasi platform aplikasi dipandang akan mendorong perusahaan melakukan
konsolidasi ribuan aplikasi berkategori non mission critical dengan cepat.
Dengan konsolidasi tersebut, nantinya Desjardins akan mengoperasikan beberapa
ratus aplikasi saja yang dapat dibagi-pakai (shared application) oleh segenap
lini dalam perusahaan.
Desjardins
juga memilih platform yang berjalan di cloud, terutama dalam rangka mengurangi
biaya pemeliharaan yang terbilang tinggi jika masih mengandalkan platform
on-premises.
Desjardins
Group (Desjardins) adalah nama penting di industri keuangan Kanada. Mereka
memiliki tujuh juta nasabah individu dan bisnis, serta nilai aset keseluruhan
mencapai US$272 juta. Oleh Bloomberg, perusahaan yang didirikan pada tahun 1900
oleh Alphonse Desjardins ini diganjar anugerah sebagai salah satu bank terkuat
di dunia (The World’s Strongest Banks) di tahun 2015.
Desjardins
juga menawarkan aneka layanan kepada para nasabahnya, seperti tabungan,
pinjaman, kartu kredit, asuransi, jasa broker, dan payroll management. Walhasil,
institusi yang berkantor pusat di Levis, Quebec, Kanada ini harus
mengoperasikan sejumlah besar custom application untuk mendukung aktivitas
bisnisnya tersebut.
“Kami membutuhkan platform pengembangan
aplikasi cepat (rapid application development) sehingga kami dapat
mengkonsolidasikan dan memigrasikan aplikasi-aplikasi kami dengan cepat"
ujar Jean-Pierre Thibert, RADev Center & Shared Services Director,
Desjardins Group.
"Kami
juga menginginkan platform tersebut berjalan di cloud, sehingga kami dapat
menghilangkan biaya tinggi dalam pemeliharaan perangkat keras dan platform,”
tambah Thibert.
Dari Ribuan ke Ratusan Aplikasi
Now
Platform dari ServiceNow dipilih Desjardins Group untuk melakukan transformasi
di area pengembangan aplikasi. Platform ini digunakan, antara lain, untuk
menentukan komisi, mencatat (log) jarak tempuh kendaraan petugas penjualan, dan
mencatat donasi sosial untuk Desjardins Foundation.
Migrasi
aplikasi Desjardins Group dilakukan secara bertahap. Di tahap awal, tiga puluh
aplikasi legacy non mission critical berhasil dimigrasikan ke platform
ServiceNow. Sembilan bulan kemudian, Desjardins memindahkan 50 aplikasi
lainnya. Aplikasi-aplikasi lainnya dimigrasikan di tahun berikutnya (2017).
Ketika
semua aplikasi telah dimigrasikan, Desjardins berhasil memangkas jumlah
aplikasi yang semula mencapai ribuan aplikasi dan database terdistribusi, dan
menggantikannya dengan beberapa ratus aplikasi saja, yang lebih sederhana dan
tersentralisasi.
Migrasi
ke platform aplikasi yang lebih modern juga memampukan tim pengembang aplikasi
Desjardins Group melakukan pengembangan aplikasi tiga kali lebih cepat daripada
pengembangan di platform sebelumnya.
Dan
bukan hanya mempercepat pengembangan aplikasi, platform baru ini juga membantu
proses onboarding yang lebih cepat untuk seorang developer baru, yaitu kurang
dari sepuluh hari. “Dan mereka tetap bisa menggunakan keahlian web development
yang sudah mereka miliki, misalnya JavaScript,” imbuh Jean-Pierre Thibert,
seperti dikutip dari laman web ServiceNow.
Platfom
baru ini juga memudahkan tim TI berinteraksi dengan para stakeholder dari
divisi bisnis. “Setiap kali usai satu sprint, kami melakukan validaasi terhadap
versi baru aplikasi dengan end user. Dan perubahan pada aplikasi berdasarkan
feedback [dari end user] benar-benar sangat simpel, yang mana artinya kami
dapat memperoleh produk yang tepat dengan lebih cepat,” jelas Jean-Pierre
Thibert.
Manfaat
lain yang diperoleh Desjardins Group dari platform baru ini adalah pemangkasan
biaya pemeliharaan perangkat keras dan platform karena proses development
berjalan di cloud. Selain itu, data-data yang semula terpisah-pisah (silo),
kini datang dengan struktur datang yang sama sehingga data dan dokumen dengan
mudah dibagi-pakai di antara para end user di semua bagian dalam perusahaan.
Poin
dari berita di atas pemaanfaatan yang dilakukan oleh Desjardins
diantaranya :
- Melakukan Migrasi terhadap aplikasi - aplikasi yang dimiliki oleh Desjardins.
- Menentukan komisi, mencatat (log) jarak tempuh kendaraan petugas penjualan, dan mencatat donasi sosial untuk Desjardins Foundation
Daftar Pustaka
[1] https://infokomputer.grid.id/read/12995897/studi-kasus-cara-institusi-keuangan-memanfaatkan-cloud-computing


Komentar
Posting Komentar