Ringkasan Pemuda dan Sosialisasi
INTERNALISASI
BELAJAR DAN SPESIALISASI
Masa remaja adalah masa transisi dan secara psikologis
sangat problematis. Masa ini memungkinkan mereka dalam anomi (keadaan tanpa
norma atau hukum, Red) akibat kontradiksi norma maupun orientasi mendua. Dalam
keadaan demikian, seringkali muncul prilaku menyimpang atau kecendrungan
melakukan pelanggaran. Menurut Enoch Markum, munculnya perilaku seperti itu di
akibatkan oleh keanekaragaman dan kekaburan norma.
Pemuda adalah suatu generasi yang dipundaknya terbebani
dengan berbagai macam – macam harapan, terutama dari generasi lainnya. Hal ini
dapat dimengerti karena pemuda sangat diharapkan sebagai generasi penerus
bangsa, dengan kata lain generasi yang akan melanjutkan perjuangan generasi
sebelumnya, generasi yang mengisi dan melanjutkan estafet pembangunan.
Sosialisasi merupakan sebuah proses dimana kebiasaan itu
ditanam atau nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya atau dalam
sebuah kelompok atau masyarakat.
Proses
Sosialisasi
- Tahap persiapan (Preparatory Stage)
- Tahap meniru (Play Stage)
- Tahap siap bertindak (Game Stage)
- Tahap penerimaan norma kolektif (Generalized Stage/Generalized other)
Menurut
pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda
Generasi
muda dapat dilihat dari berbagai aspek sosial, yakni:
v Sosial
psikologi
v Sosial
budaya
v Sosial
ekonomi
v Sosial
politik
Permasalahan
pada Generasi Muda :
1. Pergaulan bebas
2.
Kurangnya lapangan dan kesempatan kerja
3.
Masih banyak perkawinan – perkawinan di
bawah umur
4.
Dirasakan menurunnya jiwa nasionalisme,
idealisme dan patriotisme di kalangan generasi muda
5.
Kurangnya gizi yang dapat menghambat
pertumbuhan badan dan perkembangan kecerdasan
6.
Adanya generasi muda yang menderita
fisik dan mental
7.
Meningkatnya kenakalan remaja,
penyalahan gunaan narkotika
8.
Belum adanya peraturan
perundang-undangan yang mengangkut generasi muda
Tujuan
Sosialisasi
1. Mengembangkan
kemampuan berkomunikasi secara efektif
2. Memberikan
keterampilan kepada seseorang untuk dapat hidup bermasyarakat
3. Membiasakan
diri berperilaku sesuai dengan nilai-nilai dan kepercayaan pokok yang ada di
masyarakat
4. Membantu
mengendalikan fungsi-fungsi organic yang dipelajari melalui latihan-latihan
mawas diri yang tepat.
Pola
Sosialisasi
- Sosialisasi represif
Menekankan
pada penggunaan hukuman terhadap kesalahan. Ciri lain dari sosialisasi represif
adalah penekanan pada penggunaan materi dalam hukuman dan imbalan. Penekanan
pada kepatuhan anak dan orang tua. Penekanan pada komunikasi yang bersifat satu
arah, nonverbal dan berisi perintah, penekanan sosialisasi terletak pada orang
tua dan keinginan orang tua, dan peran keluarga sebagai significant other.
- Sosialisasi partisipatoris
Merupakan
pola di mana anak diberi imbalan ketika berprilaku baik. Selain itu, hukuman
dan imbalan bersifat simbolik. Dalam proses sosialisasi ini anak diberi
kebebasan. Penekanan diletakkan pada interaksi dan komunikasi bersifat lisan
yang menjadi pusat sosialisasi adalah anak dan keperluan anak. Keluarga menjadi
generalized other.
Sumber:


Komentar
Posting Komentar